Selasa, 01 Desember 2015

praktikum 3

1. Pelajari Cisco Packet Tracer !


Jawab: 

Pelajari Cisco Packet Tracer
Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan
sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian
simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan
gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking
Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga
membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.Fitur Packet Tracer
Packet Tracer terbaru yaitu versi 6.0.1. Dalam versi ini dapat mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIPOSPF, dan EIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini bertujuan untuk kelas CCNA.
Taget Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi 6, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP.Digunakan di Pendidikan
 Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.

2.   Buatlah jaringan dengan ketentuan terdapat beberapa PC Client, Laptop, Router, HUB/Switch dan wireless seperti dibawah ini :

Jawab :

Gambar yang tertera di modul :
 

3.   Setting IP Address dan konfigurasi wireless pada jaringan di atas dan coba ping jaringan.

Jawab : 

  • Pertama setting Client sebelah kiri gambar

  
1.      Pada PC0
IP : 10.10.1.2
Netmask : 255.0.0.0
Gateway : 10.10.10.1
2.      Pada PC1
IP : 10.10.1.3
Netmask : 255.0.0.0
Gateway : 10.10.10.1
3.      Pada PC2
IP : 10.10.1.4
Netmask : 255.0.0.0
Gateway : 10.10.10.1
  •  Setting pada PC Client sebelah kanan
1.      Pada PC3
IP : 192.168.2.5
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.2.4
2.      Pada PC4
IP : 192.168.2.6
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.2.4
3.      Pada PC5
IP : 192.168.2.7
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.2.4
 
  •  Setelah PC Client Sudah tersetting maka masuk ke penyettingan router
1.      Klik 1x pada router
2.      Lalu pilih config
3.      lihat pada INTERFACE
 
4.      Untuk Client PC yang sebelah kiri tersambung pada kabel FastEthernet0/0
Lalu beri IP sesuai gateway yang telah di masukkan pada penyetingan PC client sebelah kiri tadi,jadi IP address router untuk Gateway dari PC Client sebelah kiri adalah dari IP address Router yang terhubung dari kabel FastEthernet0/0
5.      Untuk Client PC yang sebelah kanan tersambung pada kabel FastEthernet0/1
Lalu beri IP sesuai gateway yang telah di masukkan pada penyetingan PC client sebelah kanan tadi,jadi IP address router untuk Gateway dari PC Client sebelah kanan adalah berasal dari IP address Router yang terhubung dari kabel FastEthernet0/1



  • Lalu PING antar PC Client Sebelah Kiri dan Kanan

1.      PC0 dengan PC3
 
  •  Lalu PING antar PC Client Sebelah Kanan dan Kiri
1.      PC3 dengan PC0
  •  Untuk penyettingan wireless seperti berikut :
1.      Klik 1x pada linksys
2.      Masuk Config
3.   Lalu pilih LAN
4.   Seting seperti berikut :
 
  • Untuk penyettingan Wireless setting

        
1.      Untuk SSID bisa menggunakan nama kalian atau yang lain Lalu untuk Authentication pilih WEP lalu isi key min 10 karakter atau boleh seperti saya(ini penting untuk keaman jaringan yang anda buat)

       5. Masuk ke penyettingan melalui GUI lalu akan langsung masuk ke menu setup
1.      Di menu Internet Setup pastikan untuk memilih Automatic Configuration – DHCP



2.      Masih di menu Setup untuk Network Setup di Router IP isikan ip address(biasanya sudah terisi karena sebelumnya kita sudah isi di waktu kita mengisi LAN tadi)

NB : Guna dari ip address itu sendiri adalah selain untuk memberi alamat untuk wireless tersebut juga bisa untuk PC client yang ingin mengubah atau memodifikasi wireless tersebut bisa memanggil webnya melalui IP tersebut
2.      Untuk DHCP SEERVER SETTING pilih Enabled
3.      Untuk start ip address pastikan isinya diatas IP router tadi sebab agar IP router tersebut tidak crash dengan ip client jika di isi untuk start ipnya di bawah ip router
4.      Untuk maximum number isikan sesuai porsinya saja,maksudnya karna kita memakai ip kelas C pasti memiliki banyak client jadi batasi saja bisa 50 atau 60 supaya jaringan tetap stabil
5.      Ip address range itu adalah ip untuk client yang akan menerima DHCP dari wireless
Jadi startnya mulai 192.168.2.6 dan untuk client terakhir 192.168.2.55

  •  Masuk pada penyambungan Laptop Client ke wireless
1.    Klik 1x pada Laptop0
2.    Lalu ke menu physical
3.    Lalu ganti perangkat laptop yang semula untuk kabel lan ganti dengan wireless
      laptop.
4.   setelah terganti, maka on kan kmbali laptopnya
5.   Lalu masuk ke Desktop
6.   Pilih gambar PC Wireless  


7.   Maka akan muncul tampilan seperti ini
5.      Klik pada Connect,lalu klik Connect


           
6.      lalu isikan pada WEP Key 1 dengan Password sesuai yang sudah di buat tadi lalu klik Connect






7.      Setelah itu akan muncul di Wireles Network Name dengan SSID yang sudah di buat tadi





8.      Lalu di Cisco Packet tracer di bagian laptop tadi akan muncul seperti benang tak beraturan itu adalah jaringan wireless




9.      Lalu lakukan hal yang sama pada Laptop1 dan Laptop2
10.  Lalu masuk di Laptop0
11.  Pilih Desktop
12.  Dan itu adalah IP DHCP untuk Laptop0 yang diberikan dari Wireless




                    13.  Lalu Ping antar jaringan



             
               14. Jika sudah ping dan ada tulisan reply berarti sudah berhasil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar